top of page

Konsep O2O (Online-to-Offline) Nusantics Permudah Warga Tes PCR


transaksi belanja online

Mendengar kata ‘tes PCR’ saja sudah pasti membuat perasaan gusar. Apalagi saat membaca berita akhir-akhir ini tingkat kasus COVID-19 mulai naik lagi. Mulai muncul perasaan was-was saat pergi ke kerumunan lagi, mulai semakin sering membersihkan tangan lagi, pokoknya semua protokol kesehatan diperketat lagi. Sayangnya, perkara pergi tes PCR biasanya suka bikin ribet gak sih? Perjalanan menuju laboratorium atau kliniknya memakan waktu, apalagi kalau jalanan macet. Belum lagi semisal antriannya panjang disana. Sewaktu tes juga takut waktu hidung dicolok. Mau tes aja udah panik duluan bikin keringat dingin. Apa mungkin ada cara yang lebih mudah untuk menjalankan tes PCR ini?


Pastinya ada dong, cara efektif untuk tes PCR di zaman serba teknologi maju seperti sekarang ini? Sebelumnya, Nusantics mengeluarkan inovasi untuk jalani tes PCR tanpa colok dengan PCR kumur PUMU. Kalian bisa dengan mudah mendatangi Nusantics terdekat untuk membeli PUMU kit ini langsung di vending machine. Prosedur PCR nya pun serba mudah, bisa dibantu oleh tim Nusantics juga. Hasil kumur langsung disimpan di dalam cooler box agar tetap fresh sampai nanti diolah di lab mereka.


Tapi gimana ya, kalau kita sedang jauh dari lokasi vending machine Nusantics dan membutuhkan PUMU dengan cepat? Simak artikel ini yuk, untuk informasi lebih lanjut!



Konsep O2O atau online-to-offline

O2O atau Online to Offline adalah strategi bisnis untuk menyatukan dunia offline dan dunia online. Mirip dengan omnichannel, cara kerja dari O2O ini cukup mudah dan tetap melibatkan customer secara aktif. Sistemnya seperti ini: customer akan memesan barang secara online kemudian mengambil produk yang sudah dibeli di lokasi-lokasi toko yang sudah dipilih.


bertransaksi online to offline

Dengan maraknya platform untuk berbelanja online beberapa tahun terakhir, seperti e-commerce dan bisnis UMKM melalui media sosial, masyarakat Indonesia mulai terbiasa dengan kemudahan belanja online. Terlebih dengan berbagai macam potongan diskon dan biaya pengiriman yang relatif lebih murah, berbelanja online sudah menjadi kebiasaan masyarakat dengan gaya hidup yang sibuk.


Banyak bisnis yang juga memanfaatkan toko online untuk menjangkau customer yang tidak punya banyak akses ke mall atau lokasi bisnis mereka. Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, berbelanja offline dan online sudah bisa saling melengkapi satu sama lain.


Teknologi di tengah masyarakat

Di Indonesia sendiri, beberapa O2O yang umum adalah melalui minimarket atau titik penjemputan khusus, yang masih butuh tenaga kerja manusia. Misalnya, Budi memesan 1 kardus susu di e-commerce ternama A karena harganya yang jauh lebih murah dari supermarket. Kemudian Budi memilih untuk mengambil belanjaannya di minimarket terdaftar yang kebetulan dekat rumahnya. Ia hanya perlu menunjukkan kode untuk verifikasi pengambilannya. Contoh lain adalah di saat Ratna memesan buku melalui website sebuah toko buku ternama. Agar biaya kirim tidak mahal, Ratna memilih untuk mengambilnya langsung di toko buku yang dia pilih, sekaligus menggunakan kesempatan tersebut untuk berjalan-jalan. Memang masih berupa O2O, tetapi belum sepenuhnya otomatis.


Kalau seperti contoh Budi dan Ratna, setelah menunjukkan kode, mereka kemudian harus menunggu kode tersebut diverifikasi oleh penjaga toko sebelum produk mereka ditemukan di tempat penyimpanan toko. Alih-alih mendapatkan barang dengan cepat, mereka harus menunggu. Belum lagi kalau ada antrian panjang. Meski begitu, sistem O2O yang bersifat otomatis ini masih jarang dijumpai. Kendala seperti petunjuk penggunaan mesin yang membingungkan, jaringan internet yang tidak terlalu cepat, sampai banyaknya data yang harus diisi saat pemesanan online seringkali membuat masyarakat cukup skeptis dengan sistem seperti ini.



Terobosan baru Nusantics

Penggunaan O2O umumnya banyak digunakan untuk produk-produk yang bisa bertahan di suhu ruangan. Oleh karena itulah, sebagian besar produk yang bisa dijual menggunakan sistem ini berupa makanan dan minuman kering, pakaian hingga produk yang berhubungan dengan hobi. Produk kesehatan sayangnya masih perlu dijaga kualitasnya sehingga beberapa perlu disimpan dengan suhu yang tepat. Lalu, adakah solusi untuk menjual produk kesehatan dengan sistem O2O?


Penggunaan vending machine adalah cara tepat yang bisa dipilih untuk produk yang perlu dijaga kualitas terbaiknya. Dengan suhu yang dapat disesuaikan, produk-produk yang berada di dalam mesin dipastikan akan tidak rusak. Berangkat dari ide inilah kemudian Nusantics menjual tes PCR PUMU melalui vending machine. Tapi tidak berhenti disitu saja, dengan menggabungkan sistem O2O dan vending, Nusantics menghasilkan inovasi terbarunya bersama Smartven.



Di awal artikel muncul pertanyaan: bagaimana kalau kita sedang jauh dari lokasi vending machine Nusantics dan membutuhkan PUMU dengan cepat? Kalau sedang berada di rumah, pastinya memilih untuk diantar ke rumah saja. Tapi, akan sulit kalau sedang beraktivitas di luar rumah dan tiba-tiba harus tes PCR. Tenang, versi terbaru vending machine Nusantics ini sekarang bisa memudahkan kamu, lho! Secara online melalui website Nusantics, kamu bisa isi data pribadi, melakukan pembayaran secara online dan memilih titik vending machine PUMU terdekat untuk mengambil PUMU dan melakukan tes PCR, contohnya di minimarket daerah Kemang, Jakarta Selatan seperti di video YouTube ini. Setelah sampai di lokasi, kamu tinggal scan kode QR yang didapat. Tanpa perlu menunggu, kode yang sudah terkonfirmasi akan mengeluarkan tes PCR PUMU bersamaan dengan label sticker untuk ditempelkan di botol sampel hasil tes agar tidak tertukar. Tim Nusantics pun berada di lokasi untuk membantu proses pengambilan tes sampai penyimpanan sampel. Kamu bisa melanjutkan aktivitas dan tinggal menunggu hasil tes dikirimkan oleh pihak Nusantics. Inovatif dan praktis banget, ya? Mulai dari pendaftarannya yang cukup mudah dan bisa dilakukan secara online sebelum sampai di lokasi, sistem pengambilan yang memungkinkan kamu memilih lokasi pengambilan terdekat dan proses pengambilan yang simpel dengan scan QR, sampai tes PCR yang bebas stres karena tanpa colok.




Saatnya mulai bisnis dengan yang baru

Seperti Nusantics, sistem O2O yang bersifat otomatis ini bisa dimanfaatkan dalam bisnis lainnya yang dapat memudahkan masyarakat Indonesia agar semakin berkembang dengan inovasi teknologi terbaru. Kalau kamu ingin bisnis kamu menggunakan vending machine untuk menerapkan sistem O2O ini, atau punya ide menarik untuk menerapkan O2O menggunakan vending machine, langsung klik tombol di bawah artikel ini untuk berkonsultasi dengan tim Smartven. Kunjungi juga website Smartven untuk melihat harga beli atau sewa vending machine dan juga halaman Instagram kami untuk informasi menarik seputar vending machine. Selamat berbisnis, stay healthy and see you soon!



Comments


Baca Blog Lainnya