Apa beda Cloud Kitchen dengan Cloud Vending?

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, setelah pandemi melanda dunia, bisnis seperti restoran dan toko kecil terpaksa mundur untuk meminimalkan kontak fisik, sehingga membuat kebutuhan pengiriman meroket. Ini juga memberikan masalah lain untuk bisnis skala kecil terutama restoran lokal. Restoran-restoran ini, yang sebagian besar bergantung pada pelanggan sehari-hari, harus bersaing dengan franchise makanan cepat saji dengan sumber daya yang lebih baik dalam pengiriman dan jumlah pelanggan yang sudah banyak. Beberapa mungkin harus mulai menjalankan bisnis mereka dari jarak jauh dan menerapkan sistem pengiriman secepat mungkin, karena lebih aman bagi pelanggan dan keberadaan bisnis mereka juga.


Baru-baru ini, sejak kata cloud diperkenalkan sebagai teknologi pintar sederhana untuk menyimpan data di internet, memberi orang ide untuk berkreasi seputar keberadaan cloud ini. Kamu mungkin bertanya-tanya mengapa kami mengangkat topik ini. Jadi, bayangkan kami memiliki cloud yang dapat menyimpan data yang bisa kamu akses dari mana saja hanya dengan akses internet. Selama pandemi, usaha kecil yang sedang naik daun mungkin tidak memiliki dapur khusus atau etalase untuk beroperasi. Dengan itu juga, meminimalkan kemungkinan mereka ditemukan karena orang-orang tidak lagi sering keluar. Kemudian suatu hari, cloud dan dapur memutuskan untuk join forces, menciptakan model bisnis baru yang disebut cloud kitchen. Seperti namanya, cloud kitchen dapat menerima pesanan melalui internet (yang kebanyakan berbasis aplikasi) dan kemudian sistem akan melakukan transaksi dengan mengirimkan pesanan ke dapur bersama atau dapur komersial, menyiapkan makanan untuk pengiriman. Karena cloud terlibat, ia juga dapat menyimpan data pelanggan, jauh lebih nyaman untuk jenis bisnis virtual seperti ini. Tanpa memerlukan dapur praktis yang sebenarnya, itu dapat menurunkan anggaran menjadi


Bagaimana cara kerja cloud kitchen?